Istilah budaya politik mulai dikenal terutama sejak aliran
perilaku (behavioralism). Namun istilah ini mengandung kontroversial karena
tidak jelas konsepnya. Para pengkritiknya menyebutkan, penggabungan dua konsep
budaya dan politik saja sudah mengandung kebingungan apalagi jika dijadikan
konsep menjelaskan fenomena politik. Namun demikian dalam literatur politik
khususnya pendekatan perilaku, istilah ini kerapkali digunakan untuk
menjelaskan fakta yang hanya dilakukan dengan pendekatan kelembagaan atau
pendekatan sistemik. Dengan kata lain menjelaskan dengan pendekatan budaya
politik adalah upaya menembus secara lebih dalam perilaku politik seseorang
atau sebuah kelompok.












